Beauty

Embrace Your Real Beauty with Dove Body Wash

Sabtu, 11 November 2017 lalu, aku berkesempatan untuk datang ke event Afternoon Beauty Stories bersama Beauty Journal dan Dove. Berlokasi di Como Park Kemang, disini aku dan teman-teman blogger lainnya nggak hanya sekedar sharing mengenai product Dove aja, tapi disini kita juga belajar mengenal Real Beauty yang juga merupakan salah satu campaign yang dilakukan oleh Dove.

IMG_0032a.jpg

apa itu Real Beauty

Mengenal Real Beauty di event ini tentunya nggak hanya sekedar mendengarkan talkshow dari narasumber aja, tapi ada 3 aktivitas yang kita lakukan yang dibagi dalam checkpoint 1, 2 dan 3. Dimana dalam setiap checkpoint para blogger (yang sudah dibagi menjadi group) harus melakukan aktivitas yang diminta dalam setiap checkpoint, dan tentunya dilombakan antar kelompok.

IMG_0029a.jpg

Ohiya, sebelum memulai aktivitas utama, aku juga sempat melakukan skin check untuk mengetahui kadar kelembapan kulitku.

IMG_0071a
Pengecekkan Kadar Kelembapan Kulit

Jadi katanya sih kelembapan kulit itu dikatakan cukup di angka sekitar 45-50. Jadi sebenarnya sebelum diberi Dove Body Wash kelmbapan kulitku juga sudah cukup baik, tapi tentu lebih baik lagi jika diberi Dove Body Wash, agar tidak mudah kering 🙂

checkpoint 1 –  From Comment to Compliment

Pernah ga sih dalam hidup kamu dinyinyirin sama orang lain? Atau ditanyakan sebuah pertanyaan sederhana tapi lumayan nyelekit? Sesimple, “Ih kamu gemukkan ya sekarang”. Well, I don’t think it’s a proper comment when you meet another person after a very long time. Please deh, manusia mana yang nggak aware sama berat badannya sendiri?

Nah, di checkpoint ini, aku dan teman blogger lainnya belajar bagaimana menanggapi komentar-komentar yang mungkin menyakiti hati dengan kalimat yang positive. Yup, katanya sih, kalau orang yang suka bicara nyinyir (baik sengaja ataupun nggak) ditanggapi dengan positive, mereka nggak akan bisa komentar lagi. Ibaratnya, kita udah nerima diri kita kayak gini, terus kenapa orang lain harus komentar?

IMG_0092a.jpg

IMG_0026a.jpg

Akupun pernah dinyinyirin karena suara aku yang tergolong cempreng, dan orang-orang itu selalu berasumsi bahwa suaraku dibuat-buat. Please, kalau diciptainnya udah kayak gitu dari sananya, should I complain to God? Nggak kan. Makanya, di checkpoint 1 ini tuh rasanya kayak lagi tes kesabaran. hahaha.

checkpoint 2 – How to Me Time

Kadang seringkali kita nggak sadar kalau di tengah aktivitas yang kita jalani dan segala tanggung jawab yang harus dipenuhi, ternyata kita malah hampir nggak ada waktu untuk diri sendiri. Secara nggak langsung hal-hal kecil yang terlupakan kayak Me Time gini sebenarnya adalah satu aktivitas yang bisa ngerefresh diri kita.

Me time ala aku sendiri diantaranya menghabiskan waktu sendirian di kamar dan mandi! Bisa mandi super lama (nggak diburu-baru waktu event ataupun kerja 😂) menurutku super menyenangkan. Apalagi waktu tahu kalau Dove meluncurkan 3 variant Body Washnya, jadi gasabar banyakkin diri untuk Me Time

IMG_0095a.jpg

3 varian Dove Body Wash yang aku sebutkan tadi adalah

  • Dove Nourishing Body Wash (biru), aroma sift seperti susu
  • Dove Fresh Touch Body Wash (hijau), fruity – fresh
  • Dove Revive Body Wash (pink), fruity – fresh
  • Dove Aqua Moisture (biru muda), light formula tapi tetap melembapkan

Dove Body Wash ini beda dengan body wash lainnya karena teknologi nutri wash di dalamnya. Nggak seperti kebanyak body wash yang bikin kulit jadi terasa kesat, Dove Body Wash justru memberikan rasa lembap pada kulit. Makanya cocok banget untuk menemani Me Time di tengah kesibukan.

IMG_0643a.jpg

checkpoint 3 – Beauty Through Ages

Di checkpoint terakhir ini setiap kelompok dapat 1 wanita yang menginspirasi. Kelompok aku dapat Audrey Hepburn dan disini kita harus bisa menjelaskan kenapa sih seorang Audrey Hepburn bisa jadi iconic dan inspirational.

Audrey Hepburn sendiri terkenal dengan karirnya dalam dunia hiburan. Tapi nggak hanya itu saja, dia juga dikenal karena sisi kemanusiaannya yang tinggi danbahkan pernah bekerja untuk UNICEF.

IMG_0129a.jpg

Lain halnya dengan Rasuna Said, Ratu Elizabeth, dan Mother Theresa. Wanita-wanita tersebut juga merupakan tokoh yang inspirational dan iconic selama bertahun-tahun meskipun tidak memiliki karir dalam dunia hiburan seperti Audrey Hepburn. Pada intinya sih, seseorang bisa menjadi “seseorang” bagi orang lain bukan hanya berdasarkan apa yang dia capai, tapi juga kontribusinya bagi dunia, karena kebaikan seseorang adalah hal yang paling mudah diingat oleh orang lain.

IMG_0059a.jpg

Dari 3 aktivitas yang udah aku lakukan bareng temen-temen blogger lainnya di Afternoon Beauty Stories ini, aku jadi tahu bahwa untuk benar-benar mengenal real beauty itu nggak hanya soal cantik fisik aja. Bukan cuma apa yang terlihat aja yang dirawat dan dijaga. Tapi bagaimana kita menyikapi sesuatu, bagaimana kita treat diri sendiri dan apa yang kita lakukan terhadap orang lain juga bisa menjadi representasi real beauty.

Kalau menurut kamu, Real Beauty itu apa sih? Share di komen di bawah ya 🙂

Cheers,

banner-word-ok

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s